Wakil Pimpinan DPRD Jabar Ade Barkah tuntut 5 Tahun Penjara

Wakil Pimpinan DPRD Jabar Ade Barkah tuntut 5 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Universal Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK), menuntut Wakil Pimpinan DPRD Jawa Barat non- aktif Ade Barkah, dengan hukuman 5 tahun penjara serta denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan, dalam permasalahan suap Banprov Jawa Barat.

Jaksa KPK, Feby Dwiyandospendi melaporkan tersangka teruji bersalah melaksanakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a UU Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana dakwaan awal.

” Meminta majelis yang menanggulangi masalah tersangka supaya menjatuhkan hukuman penjara sepanjang 5 tahun, denda Rp300 juta, subsider kurungan 6 bulan,” ucap Feby di Majelis hukum Negara Klas 1A Spesial Bandung, Kamis 15 Oktober 2021.

Dituntut Cabut Hak Diseleksi Selaku Pejabat

Jaksa KPK pula membagikan hukuman bonus kepada Ade Barkah, supaya membayar duit pengganti Rp750 juta ataupun ditukar kurungan penjara sepanjang satu tahun.

” Pula pencabutan hak diseleksi selaku pejabat publik sepanjang 5 tahun,” lanjutnya.

Tidak hanya Ade Barkah, jaksa pula menuntut Siti Aisyah alias Yeyen dengan hukuman penjara sepanjang 4 tahun 6 bulan, denda Rp200 juta, subsider kurungan 6 bulan. Siti Aisyah pula dikenakan duit pengganti sebesar Rp1, 1 miliyar dikurangi dengan duit yang sudah disetor ke rekening KPK sebesar Rp550 juta. Sehingga duit pengganti yang wajib dibayarkan Rp600 juta.

Semacam dikenal, Ade bersama Siti Aisyah serta Abdul Rozak Muslim melaksanakan ataupun ikut dan melaksanakan sebagian perbuatan yang terdapat hubungannya sedemikian rupa sehingga ditatap perbuatan bersinambung.

” Ialah menerima hadiah ataupun janji ialah sebagian kali menerima pemberian duit yang totalnya beberapa Rp750 juta,” katanya.

Feby mengatakan beberapa duit tersebut diberikan oleh pengusaha asal Indramayu terpidana Carsa Es buat kepentingan memperoleh dana banprov guna proyek di Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017 hingga 2019.

Sementara itu tersangka selaku pimpinan DPRD Jabar, sepatutnya dapat menebak bila hadiah ataupun janji tersebut diberikan buat menggerakkan supaya melaksanakan ataupun tidak melaksanakan suatu dalam jabatannya.

Ialah supaya tersangka bersama Abdul Rozaq Muslim serta Siti Aisyah Tuti Handayani, mengurus proses penganggaran proyek- proyek di area Pemkab Indramayu yang didanai dari dorongan keuangan provinsi tahun anggaran 2017 hingga dengan 2019.

Pemberian uang terhadap Ade Barkah oleh Carsa ES dicoba lewat 2 sesi. Buat sesi awal, Ade Barkah menerima duit dari Carsa ES lewat sebesar Rp250 juta.

Duit tersebut bermula dari permintaan Ade Barkah ke Abdul Rozaq pada 15 Februari 2019. Duit diberikan langsung Carsa ES di kediaman Ade Barkah di Cianjur. Pemberian duit yang kedua dicoba pada 28 Mei 2019. Dikala itu Carsa ES menyerahkan duit Rp500 juta kepada Ade Barkah di kediamannya di Bandung. Sedangkan itu Siti Aisyah menerima duit dengan total Rp1, 1 miliyar di Carsa ES.